Kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 9 halaman 7 kegiatan 2: mendiskusikan isi teks deskripsi - Tips Dan News
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 9 halaman 7 kegiatan 2: mendiskusikan isi teks deskripsi

Kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 9 halaman 7 kegiatan 2: mendiskusikan isi teks deskripsi

Tips Dan News – Buku Bahasa Indonesia siswa kelas 9 SMP halaman 7 membahas tentang isi teks deskripsi.

Pada materi Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 7, siswa diminta untuk melakukan identifikasi terhadap isi teks deskripsi.

Teks deskripsi yang akan diidentifikasi adalah "Yang Lebih Penting dari Aku".

Buku pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka merupakan karangan Eva Y. Nukman dkk. terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2022.

Berikut Tribunnews sajikan kunci jawaban buku Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 7 Kegiatan 2: Berdiskusi.

Bacalah dengan saksama

Yang Lebih Penting dari Aku

“Diam saja dari tadi. Baca terus, seperti yang paling pintar saja.”

“Iya. Kita ini dianggap patung?”

“Bukan patung, tapi angin.”

Mataku ke arah buku yang kubaca, tetapi telingaku mendengar

semuanya. Walau mereka berbicara dengan suara rendah, suasana

sunyi mengantarkan setiap bunyi dengan setia.

Aku benar-benar tidak ingin di sini. Terlihat orang dengan

berbagai penampilan mondar-mandir lantas duduk, lalu berdiri

dalam diam. Wajah-wajah gundah dan lelah membuatku tambah

lemas. Kapan ini semua berakhir? Tengah malam begini, seharusnya

aku bisa duduk santai di rumah, baca, atau main game. Sejak

sore, aku ingin minta izin pulang. It’s impossible. Mustahil. Mana

mungkin aku bisa pulang saat seluruh keluarga berkumpul. 

Aku kembali membaca bukuku, tetapi tak satu pun kalimat

kupahami. Suara-suara yang menyindirku itu masih terdengar,

kadang diselingi tawa. Aku cukup yakin, jika aku mengangkat wajah,

salah satu atau beberapa orang dari mereka sedang melirikku. Aku

tidak suka, tetapi mau bagaimana lagi? Walau tak kukenal dengan

baik, mereka semua terikat darah denganku.

This is it. Cukup sudah. Aku tidak tahan lagi. Aku harus bicara.

Akan kutegur mereka. Seenaknya saja menggunjingkan orang yang

ada di depannya. Kemarahan tiba-tiba memenuhi dadaku. Aku

berdiri sambil mengentakkan kaki. Derit nyaring kursi besi tua

membuat beberapa orang menoleh.

Kudekati sumber suara gaduh itu.

“Maaf. Apa aku mengganggu kalian?” Aku sendiri terkejut mendengar

nada suaraku.

Aku benar-benar sedang kesal.

“Eh, ada apa?” tanya Edo. Dia anak Om Samsudin, kakak ayahku. Aku

dan Edo seumur, tetapi kami tidak pernah cocok.

Bahar berdiri, “Iya. Ada apa? Mengganggu bagaimana?”

Kukepalkan tangan, aku berbicara di antara gigi yang terkatup.

“Aku tahu, tadi kalian membicarakan aku. Maaf kalau aku tidak bisa

ikut mengobrol. Aku memilih membaca karena aku ingin tenang.”

“Siapa yang membicarakanmu? Kami bicara sendiri dari tadi,” sahut

Marlina yang disambut anggukan oleh yang lain. Mereka bersahutan

cukup ramai sehingga beberapa pasang mata mengamati kami.

“Jangan bertengkar di sini. Tidak pantas,” Edo bicara lagi.

“Justru kalian yang memulai. Aku kan tidak mengganggu,” bisikku kaku.

“Kamu tidak mau bergabung, dan itu mengganggu,” Bahar mencondongkan bahunya ke arahku.

Amarah mencengkeramku.

Aku benar-benar siap meledak. Aku

merasa deru jantungku kian kencang.

Kepalanku kian kuat. Aku bisa merasakan ujung kuku menekan

telapak tanganku. Kemarahan menguasaiku.

Tepat pada saat itu, pintu geser kehijauan itu terbuka.

“Keluarga Bapak Pattarani!”

Seperti disemprot air dengan selang, kami berhamburan mendekat.

“Operasi berhasil, pasien ada di ruang pemulihan.

Ayahku bangkit dan mengusap matanya berkali-kali. Para om dan

tante tersenyum lega dan segera sibuk mengabarkan kebahagiaan

itu. Sepupu-sepupu yang sudah tertidur jadi terbangun, sebagian

menangis karena terkejut sekaligus gembira. Kakek kesayangan kami

terlepas dari bahaya. Seruan syukur berdengung memenuhi ruangan.

Marlina melompat kemudian menyalamiku dan Edo sekaligus.

Kami semua bahagia, walau beberapa detik sebelumnya kami nyaris

baku hantam.

Kini tugas kalian adalah menentukan ide pokok dan ide pendukung

paragraf-paragraf dalam teks “Yang Lebih Penting dari Aku”.

Ide pokok adalah topik yang menjadi pokok pengembangan sebuah

paragraf. Dengan kata lain, ide pokok adalah intisari dari sebuah paragraf. Ide

pokok diperkuat oleh ide pendukung. Artinya, ide pendukung memperkuat

dan melengkapi ide pokok.

Untuk menemukan ide pokok, kalian perlu membaca sebuah paragraf

dengan saksama. Temukan kalimat yang mewakili isi paragraf tersebut.

Posisi kalimat yang menjadi ide pokok tersebut dapat di awal, di akhir, di

awal dan akhir, dan di tengah paragraf. Kadang, kalian harus menyimpulkan

ide pokok tersebut dengan kalimat kalian sendiri. Karena itu, kalian harus

mencermati bacaan dengan sebaik-baiknya. 

Kegiatan 2: Mendiskusikan Isi Teks Deskripsi.

Berdiskusi

Bacalah kembali teks “Yang Lebih Penting dari Aku”.

Bekerjalah dalam kelompok kecil dan bahaslah pertanyaan berikut ini.

Sampaikan pendapat kalian secara bergantian. Salah satu kiat berdiskusi

yang sederhana tetapi penting adalah berbicara tidak terlalu panjang dan

menyimak pembicaraan orang lain dengan tenang. 

1. Bagaimana perasaan kalian ketika membaca cerita di atas?

2. Menurut kalian, tokoh “aku” pada cerita “Yang Lebih Penting dari Aku”

laki-laki atau perempuan? Mengapa kalian berpendapat demikian?

3. Pada paragraf 1 tertulis kalimat “Suasana sunyi mengantarkan setiap

bunyi dengan setia”. Apa artinya?

4.Apakah kalian paham bahwa peristiwa ini terjadi di rumah sakit? Pada

paragraf mana kalian mulai menyadarinya?

5. Pada paragraf 3, bagaimana perasaan tokoh ketika berkata “... mereka

semua terikat darah denganku”?

6. Pada paragraf 7, Bahar berkata “Kamu tidak mau bergabung, dan itu

mengganggu”. Apa maksudnya?

7.Gambarkan perasaan tokoh dalam paragraf 9 dalam satu kata saja.

8. Apakah menurut kalian judul bacaan di atas sudah tepat? Jika belum, apa

judul yang kalian usulkan?

Kunci Jawaban:

Berikut jawaban untuk Kegiatan 2: Mendiskusikan Isi Teks “Yang Lebih Penting dari Aku”:

1. Bagaimana perasaan kalian ketika membaca cerita di atas?

Saya merasa tegang, kesal, lalu lega dan haru di akhir cerita karena suasana berubah dari konflik menjadi kebahagiaan.

2. Menurut kalian, tokoh “aku” laki-laki atau perempuan? Mengapa?

Tokoh “aku” kemungkinan laki-laki, karena tidak ada petunjuk khusus yang menunjukkan ia perempuan, serta konflik fisik yang digambarkan terasa lebih umum pada tokoh laki-laki. Namun, sebenarnya jenis kelamin tokoh tidak dijelaskan secara tegas sehingga bisa saja keduanya.

3. Pada paragraf 1 tertulis kalimat “Suasana sunyi mengantarkan setiap bunyi dengan setia”. Apa artinya?

Artinya keadaan sangat sepi sehingga suara sekecil apa pun terdengar jelas.

4. Apakah kalian paham bahwa peristiwa ini terjadi di rumah sakit? Pada paragraf mana mulai menyadarinya?

Ya, mulai jelas pada bagian ketika pintu terbuka dan terdengar panggilan “Keluarga Bapak Pattarani!” serta pemberitahuan bahwa operasi berhasil. Dari situ diketahui bahwa latarnya adalah rumah sakit.

5. Pada paragraf 3, bagaimana perasaan tokoh ketika berkata “... mereka semua terikat darah denganku”?

Tokoh merasa kesal dan terpaksa menerima keadaan karena mereka adalah keluarganya sendiri.

6. Pada paragraf 7, Bahar berkata “Kamu tidak mau bergabung, dan itu mengganggu”. Apa maksudnya?

Maksudnya, sikap tokoh yang menyendiri dan tidak ikut berbicara membuat suasana terasa tidak nyaman bagi mereka.

7. Gambarkan perasaan tokoh dalam paragraf 9 dalam satu kata saja.

Marah.

8. Apakah menurut kalian judul bacaan di atas sudah tepat? Jika belum, apa judul yang kalian usulkan?

Judul sudah tepat karena pada akhirnya keluarga dan keselamatan kakek jauh lebih penting daripada ego dan kemarahan tokoh “aku”.

  • Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
  • Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.

(Tips Dan News/Oktavia WW)

Post a Comment for "Kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 9 halaman 7 kegiatan 2: mendiskusikan isi teks deskripsi"